Kebijakan Ekonomi X

KEBICAKAN ecard

Kamis, 11 Februari 2016 – Pemerintah kembali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid X. Sekretaris Kabinet Pramono anung menuturkan, Revisi DNI ini juga mendorong perusahaan nasional agar mampu bersaing dan semakin kuat. Sebab, pada kebijakan terdahulu pemerintah memberikan proteksi dan perlindungan pada kelompok tertentu dan membuat perusahaan nasional sulit bersaing.

“Maka dengan peraturan ini tidak ada lagi orang dipaksa untuk bisa bersaing. Pak Presiden selalu memberi contoh, pom bensin kita sebelum ada Shell atau yang lain, Pertamina kan pom bensinnya dari dulu tidak baik. Begitu ada pesaing menjadi lebih baik, karena ada kompetisi di dalamnya,” ungkap Pram.

Revisi DNI ini pada dasarnya bukan untuk liberalisasi melainkan mendorong adanya modernisasi. “Dan betul-betul kebijakan terbuka yang bisa membuat siapapun akan tumbuhnya pemain baru, usahawan baru, inovator baru, teknologi baru yang akan bersaing dalam pasar global,” tandas dia. (source : sindonews.com)

Dari lantai bursa, rilis pelonggaran kepemilikan asing di sejumlah sektor usaha itu langsung mendapatkan reaksi. Paket kebijakan X yang dirilis pada Kamis (11/2/2016) siang itu langsung mendapat respons dari investor publik di PT Bursa Efek Indonesia. Seperti Saham PT Indofarma (Persero) Tbk. dengan kode INAF meroket tajam hingga 15,94% pasca-rilis paket teranyar itu. Kepemilikan asing di dalam industri bahan baku obat tersebut dibuka 100%. (source: bursa efek indonesia, bisnis.com)

Bukan hanya kepemilikan asing di bidang bahan baku obat saja yang di buka 100% untuk asing, namun puluhan bidang lainnya di buka lebar lebar oleh pemerintah untuk kepemilikan asing, seperti jalan tol, industri perfilman, di bidang kesehatan, restoran/bar dst. Dengan adanya kebijakan ini maka penanaman modal asing (PMA) akan bebas masuk baik investasi baru maupun mengakuisisi industri industri yang sudah ada, karna asing memiliki modal yang lebih besar memungkinkan industri industri asing yang akan lebih maju di indonesia sehingga di khawatirkan harga pasar di kendalikan oleh pihak asing tersebut. Di tambah lagi oleh adanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) kini pengusaha lokal bukan hanya di paksa bersaing barang dan jasanya saja melainkan harus bersaing di bidang industrinya dikarnakan keleluasaan asing menanamkan modalnya di indonesia.

Nilai positif yang dapat di terima mungkin dengan adanya kebijakan tersebut indonesia akan mendapat banyak modal dari investasi investasi asing sehingga mempercepat pembangunan Indonesia dalam segala bidang seperti kesehatan, infrastruktur dan lain lain, namun di khawatirkan sebagai investor pihak asing akan berkuasa dan Indonesia akan semakin bertergantungan oleh pihak asing. “contohnya dalam bidang perfilman investor bisa saja memaksa memasukan budaya negara asalnya kedalam film yang di danainya, padahal jelas sejak lama kita berusaha keras menyaring budaya asing untuk masuk ke Indonesia.” Maka solusi yang di harapkan yaitu pemerintah mengeluarkan kebijakan kebijakan pendukung yang membatasi keleluasaan asing agar dampak dampak buruk dari kebijakan yang membuka kepemilikan asing bisa di minimalisir, cukup Freeport sebagai contoh sektor ekonomi yang di kuasai asing. (RA)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s