Panama Papers

Panama Papers adalah kumpulan 11,5 juta dokumen rahasia yang dibuat oleh penyedia jasa perusahaan asal Panama, Mossack Fonseca. Dokumen ini berisi informasi mengenai lebih dari 214.000 perusahaan luar negeri, termasuk identitas pemegang saham dan direkturnya. Adapun proses dari praktek Panama papers yaitu :

  • Buat Perusahaan Cangkang

Fungsi perusahaan cangkang ini hanyalah mengatur uang yang mengalir di dalamnya, dan menyembunyikan siapa pemilik uang sebenarnya. Juga sebagai alamat untuk mengirimkan surat serta aktifitas administrasi.

 

  • Cari Pusat Keuangan Offshore

Jika sudah memiliki perusahaan cangkang. Kemudian dibutuhkan pusat keuangan offshore ditempat petugas pajak tidak dapat melacaknya, atau tax haven.

 

  • Pilih Saham dan Obligasi atas Unjuk (bearer shares and bonds)

Untuk mempermudah memindahkan uang dalam jumlah besar namun anonimitas tetap terjaga, maka pilihlah saham dan obligasi atas unjuk.

 

  • Lakukan Pencucian Uang

Praktik ini biasa dilakukan untuk mencuci uang “kotor” sehingga bisa dipakai lagi tanpa menimbulkan kecurigaan. Oleh karenanya, uang itu perlu dikirim ke negara bebas aturan untuk dipindahkan dalam bentuk saham dan obligasi unjuk, dengan kepemilikan perusahaan cangkang sehingga tidak akan ada yang tahu dari mana asalnya uang itu.

 

DAMPAK PANAMA PAPERS DI INDONESIA

Terungkapnya panama papers ini ternyata dampaknya juga dapat dirasakan Indonesia. Beberapa dampak panama papers terhadap Indonesia adalah menambahnya pendapatan negara. Bocoran data Panama papers menciptakan dampak positif jika dihubungkan dengan kebijakan pemerintah yang berusaha meningkatkan basis pajak dan penerimaan dengan menambah wajib pajak baru.

Transparansi pemerintah juga merupakan salah satu dampak dari terungkapnya Panama papers ini. Akan ada peraturan baru terhadap pembayaran pajak dari aset – aset yang dimiliki, tidak adanya penjauhan terhadap pembayaran pajak. Selain itu, diprediksi rupiah akan menguat sangat tajam karena kemungkinan para pengusaha “mengamankan” dananya di Indonesia. Namun hal ini dikhawatirkan akan melemahkan daya saing produk ekspor Indonesia. Dari segi perbankan sendiri harus menyesuaikan dengan menurunkan suku bunga, jika suku bunga bank turunnya terlalu cepat maka bank bisa collapse dan diprediksi akan banyak bank yang bangkrut jika tidak bisa menyesuaikan ketika banyaknya valas yang masuk ke Indonesia. (AH/RA/TJ/MD)

1_panama papers2_mencuci uang3_cerita tito

#DEPLUGAS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s