DONASI BENCANA JAWA BARAT

Banjir bandang yang melanda kawasan perkotaan Garut, Selasa (20/9/2016) hingga menerjang daerah Bayongbong, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut, pada Rabu (21/9/2016), masih menyisakan duka mendalam bagi korbannya. Banyaknya infrastruktur yang rusak membuat warga terpaksa mengungsi. Korban jiwa yang berjatuhan juga membuat warga yang selamat menjadi trauma dan memilih untuk sejenak menjauh dari rumah mereka masing-masing.

Banyaknya korban yang masih mengungsi dan kehilangan tempat tinggal mereka, membuat berbagai pihak tergerak untuk memberikan bantuan dan donasi, termasuk ormawa SATUFKB. Pada hari Minggu (25/9/2016) pukul 17.00 kemarin, tim tanggap bencana ormawa SATUFKB (BEM FKB, DPM FKB, HIMA IKOM, HIMA ADBIS) telah menyalurkan donasi secara langsung kepada korban bencana banjir Garut. Pemberian bantuan diberikan oleh perwakilan ormawa SATUFKB yaitu oleh Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FKB dan diterima oleh Bapak Tono selaku perwakilan dari Posko Bencana Terpadu #PRAYFORGARUT di Jalan Rengganis, Garut. Bantuan ini berasal dari penggalangan dana yang dilakukan oleh ormawa SATUFKB di Fakultas Komunikasi dan Bisnis pada hari Kamis hingga Jumat (22-23 September 2016) kemarin. Total dana yang terkumpul sebesar Rp2.065.000,00 yang dihimpun dari civitas akademika FKB (Dekanat, Dosen, Sekre, Mahasiswa, CS, dan Satpam). Dana yang telah terkumpul selanjutnya didonasikan kepada korban bencana dengan wujud berupa :

  • 10 dus air mineral
  • 6 lusin sabun mandi
  • 1 dus shampo
  • 3 lusin makanan bayi
  • 2 lusin biskuit
  • 8 pack diaper bayi
  • 2 lusin pembalut wanita
  • 2 lusin susu bayi

Bapak Tono selaku perwakilan Posko Bencana Terpadu #PRAYFORGARUT mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademika Fakultas Komunikasi dan Bisnis yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk korban bencana banjir Garut. Beliau juga menerangkan bahwa bantuan akan sesegera mungkin didistribusikan kepada korban yang membutuhkan.

Tim tanggap bencana SATUFKB juga diberikan kesempatan terjun langsung untuk melihat kondisi rumah yang terkena bencana di pinggiran sungai Cimanuk dengan ditemani oleh saudara Arafi. Arafi sendiri merupakan mahasiswa Telkom University asal Garut yang menjadi volunteer untuk bencana ini. Arafi mengajak tim untuk melihat rumah yang habis tersapu banjir di pinggir aliran sungai Cimanuk. Sungai Cimanuk yang meluap membuat debit air tinggi (mencapai 10 meter) dan menyapu bersih semua yang ada disekitarnya. Kerusakan terparah ada di RW 1 dengan total 17 rumah rata dengan tanah dan RW 5 ada 5 rumah yang habis tersapu banjir. Total seluruhnya ada 71 KK yang harus mengungsi, hanya untuk korban di Jalan Rengganis. Kerusakan lainnya yang cukup parah ada di daerah Cimacan dan Cikajang, dengan total korban yang lebih banyak. Tim volunteer cukup kesulitan untuk menjangkau lokasi (Cimacan dan Cikajang) karena air masih tinggi dan kerusakan yang ditimbulkan cukup banyak.

Pada akhirnya, tim tanggap bencana SATUFKB mengucapkan terimakasih kepada pihak Dekanat, Dosen, Mahasiswa/I, dan seluruh pihak yang telah mendukung dalam proses penggalangan dan penyaluran donasi yang dilakukan SATUFKB. Jangan lupa untuk terus mendoakan saudara kita di Jawa Barat yang terkena bencana. Semoga bagi korban jiwa dapat diterima di sisi Tuhan dan bagi korban selamat diberikan kekuatan dan ketabahan. Semoga bencana ini menjadi bencana yang terakhir terjadi dan tidak ada bencana-bencana selanjutnya.

#PEMAksimal

#SATUFKB

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s