WASPADA HIV DAN AIDS!

Halo, warga FKB! Tahukah kamu setiap tanggal 1 Desember diperingati Hari AIDS Sedunia? Ya, pada hari ini diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebakan oleh penyebaran virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus HIV sendiri merupakan faktor penyebab munculnya penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome ). Virus ini dapat menyerang manusia dengan cara menghancurkan sistem kekebalan tubuh (imunitas) sehingga menyebabkan tubuh menjadi lemah dalam melawan berbagai infeksi lain.

Penyakit AIDS telah dikenal publik sejak tahun 1981 di Amerika Serikat, namun peringatan hari AIDS Sedunia baru dikampanyekan di tahun 1988. James W. Bunn dan Thomas Netter adalah dua pencetus informasi masyarakat untuk program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Jenewa, Swiss. Mereka menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann (Direktur UNAIDS) lalu terciptalah hari AIDS pada tgl 1 Desember 1988.

HIV/AIDS merupakan penyakit yang sangat mematikan, bahkan proses penyembuhannya hampir tidak mungkin bisa dilakukan. Faktor penyebab timbulnya penyakit HIV AIDS adalah :

  1. Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  2. Melalui seks oral.
  3. Pemakaian alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian.
  4. Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  5. Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi oleh darah penderita, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Selain karena hal diatas, virus HIV/AIDS tidak dapat menyebar, contohnya melalui berciuman, berenang bersama, dan penggunaan alat makan bersama-sama.

 

Fakta lain yang harus kalian ketahui mengenai AIDS yaitu :

  • Gejala AIDS pertama muncul adalah demam secara berulang selama 3 – 6 minggu (tergantung dari imunitas tubuh) dan dilengkapi dengan daya tahan tubuh yang terus melemah, maka dianjurkan untuk melakukan tes HIV.
  • Sampai saat ini tidak ada obat untuk infeksi HIV. Namun, pengobatan yang efektif dengan antiretroviral (ARV) dapat mengendalikan virus sehingga orang dengan HIV dapat menikmati hidup yang sehat dan produktif.
  • Infeksi HIV sering didiagnosis melalui tes diagnostic cepat (RDT/Rapid Diagnostic Test) yang mendeteksi ada atau tidak adanya antibodi HIV.
  • HIV menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang utama, telah menelan lebih dari 34juta jiwa dari tahun 2014 hingga sekarang. Dan tidak sedikit yang meninggal setiap tahunnya akibat penyebab terkait HIV secara global.

Indonesia sendiri menjadi negara yang tidak luput dari serangan virus ini. Selama 8 tahun terakhir, perkembangan terus dilakukan dalam upaya pengendalian HIV/AIDS di Indonesia, mulai dari inovasi pencegahan penularan dari jarum suntik yang disebut Harm Reduction pada tahun 2006; pencegahan Penularan Melalui Transmisi Seksual (PMTS) mulai tahun 2010; penguatan Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA) pda tahun 2011; pengembangan Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) di tingkat Puskesmas pada tahun 2012; hingga terobosan paling baru yang disebut Strategic use of ARV (SUFA) dimulai pada pertengahan tahun 2013.
SUFA merupakan kebijakan baru dimana setiap orang yang rentan atau berisiko, ditawarkan untuk melakukan tes. Dan bila hasilnya positif, akan langsung ditawari pemberian obat Antiretroviral (ARV) sebagai obat untuk memperlambat penyebaran virus dalam tubuh pengidap HIV/AIDS.

Bagaimana dengan jumlah ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di Indonesia sendiri ? Menurut data Kemenkes, sejak tahun 2005 sampai September 2015, terdapat kasus HIV sebanyak 184.929 yang didapat dari laporan layanan konseling dan tes HIV. Jumlah kasus HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (38.464 kasus), diikuti Jawa Timur (24.104kasus), Papua (20.147 kasus), Jawa Barat (17.075 kasus) dan Jawa Tengah (12.267 kasus). Kasus HIV Juli-September 2015 sejumlah 6.779 kasus. Faktor risiko penularan HIV tertinggi adalah hubungan seks tidak aman pada heteroseksual (46,2 persen) penggunaan jarum suntik tidak steril pada Penasun (3,4 persen), dan LSL (Lelaki sesama Lelaki) (24,4 persen). Sementara, kasus AIDS sampai September 2016 sejumlah 68.917 kasus. Berdasarkan kelompok umur, persentase kasus AIDS tahun 2015 didapatkan tertinggi pada usia 20-29 tahun(32,0 persen), 30-39 tahun (29,4 persen), 40-49 tahun (11,8 persen), 50-59 tahun (3,9 persen) kemudian 15-19 tahun (3 persen).

Nah, dapat diketahui oleh kita bahwa penyebaran HIV/AIDS tidak melulu hanya melalui hubungan seksual ya! Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang dapat terjangkit penyakit ini. Oleh karena itu, mari kita jauhi virusnya, bukan pengidap HIV/AIDS!. ODHA atau orang yang menderita HIV/AIDS juga masih memiliki kesempatan yang sama dengan kita semua. Mereka membutuhkan dukungan dan semangat untuk melanjutkan hidup yang sama seperti orang sehat pada umumnya. STOP AIDS MULAI SEKARANG!

 

#PEMAksimal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s