PSDMOVE – MENTAL ILLNES

6.png

Hi netizen apakah kalian tau Apa itu mental illnes?

Mental Illness adalah kumpulan penyakit gangguan kejiwaan yang mempengaruhi pikiran, perasaaan dan perilaku seseorang. Gangguan kepribadian ini membuat penderita sulit untuk mengetahui perilaku yang dianggap normal dan tidak.

Mental Illness juga banyak menimpa remaja loh! Sebagian besar gangguan kesehatan mental muncul pada masa remaja atau mungkin di awal usia 20-an.

Para peneliti dari Harvard Medical School menemukan, separuh dari kasus gangguan mental dimulai dari usia sangat muda, 14 tahun dan tigaperempatnya terjadi sejak usia 24 tahun. Karena kemunculannya yang sangat dini itu, maka terapi dan penanganannya harus dilakukan sejak awal pula.

Direktur Eksekutif National Alliance on Mental Illness (NAMI), Mary Giliberti, menyatakan, ada 1 dari 5 remaja mengidap kondisi gangguan mental seperti yang dijelaskan dari name.org, tapi hanya kurang dari setengahnya yang memutuskan mencari bantuan. Padahal Mental Illness adalah gangguan jiwa yang cukup berbahaya dan dapat menyebabkan bunuh diri.

Penyebab terjadinya Mental Illnes ini muncul oleh banyak faktor, bisa karena stres, depresi karena mengalami tekanan yang dalam terhadap mental, atau traumatik akan kehilangan sesuatu dan seseorang. Tekanan batin karena lingkungan sekitar atau orang tua, kurang perhatian atau kasih sayang dan masih banyak lagi.

Hal Ini juga salah satu penyebab para remaja stres atau depresi banyak yang memutuskan untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan sering meminum alkohol atau minuman keras.

Jika kamu, atau teman dan orang orang terdekat yang kamu tahu sering mengalami hal di bawah ini, maka bisa jadi kamu atau orang terdekatmu memiliki Mental Illness,

  1. Sering merasa sedih dan tidak punya harapan

Sering merasa sedih dan tidak memiliki harapan, seperti mengucilkan diri selama lebih dari dua minggu, hati hatilah kalau sebenarnya mentalmu sedang terganggu.

  1. Munculnya keinginan mengakhiri hidup

Jika kamu memiliki keinginan atau niatan untuk bunuh diri, bisa jadi kamu mengalami gangguan terhadap mental.

  1. Tidak bisa mengendalikan diri sendiri

Suka marah dan teriak teriak histeris hanya karena hal kecil dan sering melakukan tindakan yang beresiko.

  1. Sering takut akan sesuatu tanpa alasan

Sering muncul rasa takut tidak beralasan bahkan merasakan sesak nafas itu bisa terjadi karena mental mu yang sedang tidak stabil

  1. Perubahan pola makan yang drastis

Berhenti makan dan suka memuntahkan makanan.

  1. Mood Swing

Suasana hati yang bisa berubah kapan saja. Bisa sangat bahagia, sedih, mudah tersinggung dan marah marah gak jelas.

  1. Sering memikirkan suatu hal dengan berlebihan

Hal kecil saja bisa membuat kamu memikirkan nya dengan terus menerus

  1. Suka menyakiti diri sendiri

Menyakiti diri sendiri seperti menjedutkan kepala kepada tembok, juga salah satu gejala Mental Illness.

Disebutkan ada 10 tanda gangguan mental, namun gejala-gejala ini tergantung dengan gangguan dan jenis yang di alami, gejala dapat bervariasi:

  1. Orang dengan gangguan kepribadian cluster A cenderung mengalami kesulitan berhubungan dengan orang lain dan biasanya menunjukkan pola perilaku yang dianggap aneh dan eksentrik.
  2. Orang dengan gangguan kepribadian cluster B kesulitan berhubungan dengan orang lain. Akibatnya, mereka menunjukkan pola perilaku yang dianggap dramatis, tak menentu, mengancam atau mengganggu.
  3. Orang dengan gangguan kepribadian cluster C takut terhadap hubungan pribadi dan menunjukkan pola kegelisahan dan ketakutan di sekitar orang lain. Beberapa suka menyendiri dan tidak ingin bersosialisasi.

Ada beberapa cara memperlakukan orang dengan gangguan mental yang perlu Anda ketahui:

  1. Hargai Mereka

Terkadang, salah satu hal yang paling dibutuhkan oleh orang yang mengalami gangguan mental adalah didengar. Sayangnya, tidak semua orang mampu memahami dan menghargai mereka. Padahal, ketika mereka dihargai dan didengar, pikiran dan perasaan mereka akan lebih mudah membaik. (Baca juga mengenai makanan untuk kesehatan mental).

  1. Jangan Ikuti Halusinasinya

Orang dengan gangguan mental sering kali mengalami halusinasi –mereka seolah melihat, mendengar, dan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Mungkin, Anda akan bingung harus bersikap bagaimana. Atau justru, Anda akan ikut serta dalam halusinasi mereka hanya untuk membuat mereka merasa “nyaman”. Padahal, Anda lebih baik tidak ikut dalam halusinasi mereka –jangan sampai Anda berpura-pura bahwa Anda juga mengalami hal yang mereka halusinasikan.

  1. Jangan Berbohong

Anda mungkin pernah berasumsi bahwa seseorang yang memiliki ganguan mental bukanlah orang yang cerdas. Padahal, penyakit gangguan mental tidak ada hubungannya dengan tinkat kecerdasan seseorang. Jangan pernah berbohong kepada mereka, karena hal tersebut justru akan membuat mereka tidak akan percaya Anda.

  1. Pahami Keadaan Mereka

Paranoia adalah gangguan mental yang membuat seseorang yang mengalaminya akan merasa bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya. Oleh karena itu, biasanya, orang dengan paranoia akan sering merasa takut dan menjaga jarak dengan lingkungan sekitar. Pahami keadaan mereka, dan janganlah menjauh dari mereka. Bagaimanapun keadaan mereka, mereka tetap membutuhkan kehadiran Anda.

  1. Perhatikan Ucapan Anda

Ketika berhadapan dengan seseorang yang mengalami gangguan mental, mungkin Anda akan merasa bingung tentang bagaimana cara merespon setiap ucapan dan perbuatan mereka. Apapun yang mereka katakan dan lakukan, usahakan untuk Anda tidak diam karena diam bukanlah pilihan terbaik untuk memperlakukan mereka.

  1. Berikan Dukungan Kepada Mereka.

Selalu memberikan dukungan dan semangat  kepadanya untuk tetap positif dan berjuang dalam menjalani segala  keadaannya. Dengan dukungan yang diberikan ia akan menyadari bahwa ada orang yang masih peduli dengannya.

  1. Perlakukan Mereka Sama Seperti Orang Pada Umumnya.

Perlakukanlah mereka sebagaimana memperlakukan orang normal. Jangan membuat sebuah dinding pembatas dengan mereka.

  1. Berbicara Dengan Mereka Dengan Cara Yang Sama Seperti Yang Anda Lakukan Sebelumnya.

Tujuannya adalah agar mereka tidak merasa Anda berubah dan menjaga hubungan yag stabil. Mereka adalah orang yang sama, sehingga Anda tidak perlu berubah.

  1. Berikan Mereka Kasih Sayang Yang Lebih.

Berikan mereka kasih sayang dan dukungan agar mereka senantiasa merasa aman dan tidak sendirian dalam berjuang. Hal tersebutlah yang pada akhirnya dapat membantu proses pemulihan mereka berlangsung lebih cepat.

  1. Mengurangi Pandangan Negatif Terhadap Para Penderita Gangguan Mental

Perilaku negatif dari masyarakat dan stereotip bahwa penderita gangguan mental merupakan seorang yang berbahaya semakin mempersulit penderita untuk dapat menerima penanganan yang sesuai dan menghambat proses adaptasi penderita.

Berbagai kondisi tersebut membuat para penderita semakin merasa terisolasi sehingga para penderita merasa tidak layak untuk hidup dan memilih untuk melukai diri sendiri bahkan bunuh diri. Sebagai sesama manusia sebaiknya kita menyadari dan mampu menerima bahwa para penderita juga merupakan seorang yang layak untuk mendapatkan perhatian dan penanganan yang sesuai.

  1. Mengajak Kerabat Untuk Berkonsultasi Ke Psikolog, Psikiater Ataupun Mental Health Care

Jangan diam sendiri dan jangan dipendam sendiri. Jika kamu sudah mencoba menyembuhkannya sendiri dan belum berhasil. Cobalah akui ke teman terdekatmu yang sekiranya mengerti apa itu penyakit mental atau bagaimana caranya menghadapi orang yang mengalami penyakit mental ini.

  1. Menjadi Pendengar Yang Baik Untuk Si Penderita

Menyediakan waktu untuk mendengarkan dengan tulus. Daripada men-judge, lebih baik kalian memberikan pelukan atau sekadar temani dia dan menjadi pendengar yang baik. “Akhir-akhir ini kamu terlihat murung, bagaimana kabarmu?” Buatlah situasi senyaman mungkin supaya mereka ingin berbagi denganmu. Berilah mereka semangat: “Kamu punya arti tau buat aku”. Kamu juga bisa memberi support atau dorongan supaya mereka mau mencari pertolongan karena penyakit mental adalah kondisi medis yang memerlukan penanganan khusus.

Gangguan mental atau penyakit kejiwaan adalah perilaku yang umumnya muncul karena kelainan mental yang bukan bagian dari perkembangan normal manusia. Padahal, orang yang memiliki penyakit mental tidak boleh untuk dibiarkan sendiri karena akan semakin membuat mereka menderita.

Sama halnya dengan penyakit fisik, mereka perlu mendapatkan perhatian dan perawatan yang tepat. Dengan perlakuan yang tepat dengan tidak menyinggung, mengejek, atau menjauhinya maka mereka akan merasa lebih baik karena mereka menyadari bahwa mereka tidak sendiri. Perlakuan yang baik pasti akan membantu dalam masa pemulihan mereka.

Sekian dari kami mohon maaf apabila ada kesalahan redaksi dalam penulisan artikel ini.

Terimakasih sudah membaca

Sumber:

https://www.suara.com/mental-illness-better-you-know-and-sharing

https://dosenpsikologi.com/cara-mengatasi-orang-yang-terkena-gangguan-mental

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s